life

Ekonomi sedang pesat membangun perlu ada garis masa sendiri urus dan tangani risiko

DAVOS (Swiss): Negara berkembang dan ekonomi berkembang menghadapi tantangan dalam mengelola dan menghadapi risiko yang muncul sebagai akibat dari inflasi, biaya hidup yang tinggi, perubahan iklim, utang, dan ketegangan geopolitik.

Menteri Perdagangan dan Industri Internasional Tengku Datuk Seri Zafrul Abdul Aziz (foto) mengatakan risiko jangka pendek adalah biaya hidup dari perspektif pasar berkembang dan ekonomi berkembang.

“Masalah biaya hidup dimulai bahkan sebelum pandemi dan pandemi telah memperburuk situasi.

“Kelompok rentan adalah yang paling terpengaruh dan negara-negara yang tidak memiliki posisi keuangan yang kuat terkena dampak yang lebih buruk,” katanya dalam sesi “Hidup dengan Risiko” di World Economic Forum (WEF) 2023, di sini, hari ini.

Oleh karena itu, katanya, untuk menghadapi tantangan dan risiko tersebut, negara dan ekonomi berkembang perlu diberi waktu yang cukup untuk melakukannya.

“Kita semua memiliki tujuan akhir yang sama tetapi arahnya tidak dapat ditentukan oleh kelompok tertentu. Setiap negara punya tantangannya masing-masing,” ujarnya.

Sesi tersebut dikendalikan oleh timbalan pengarang Wall Street Journal Kimberley Johnson. Turut hadir ialah presiden dan ketua pegawai eksekutif Splunk, Gary Steele, dekan Blavatnik School of Government of the University of Oxford Ngaire Woods dan presiden Observer Research Foundation Samir Saran.

Tengku Zafrul yang memimpin delegasi Malaysia ke WEF kemudian menjelaskan tentang banjir di Asia Tenggara yang kini semakin sering terjadi dan lebih parah dari sebelumnya.

“Beberapa negara tidak dapat menyeimbangkan risiko jangka pendek dan jangka panjang karena keterbatasan sumber daya. Saya pernah bertugas di Kementerian Keuangan sebelumnya dan banyak negara harus melipatgandakan defisitnya, tingkat fiskal sangat terbatas dan sekarang menghadapi tantangan ke depan,” katanya.

Pemulihan dari pandemi juga tidak merata, katanya, menambahkan bahwa Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia juga telah beberapa kali merevisi turun perkiraan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) global.

Menurutnya, investasi di negara berkembang turun hingga 70 persen selama pandemi dan 50 persen selama krisis keuangan.

“Oleh karena itu, perlu ada arah yang jelas, (terutama) bagi negara-negara yang baru pulih dari pandemi sekaligus menghadapi risiko.

“Sebagian besar negara berkembang didorong oleh usaha kecil dan menengah (UKM) dan mereka tidak memiliki sumber daya untuk mematuhi jadwal yang diberikan kepada mereka,” katanya.

Selain itu, pasar juga perlu memahami bahwa pemerintah saja tidak dapat menyelesaikan semua masalah risiko.

“Perlu ada kerjasama dengan perusahaan dan masyarakat. Pendekatan seluruh negara perlu diambil dalam menghadapi risiko,” katanya. – Bernama

Sesungguhnya bagan Data SGP dan Data http://cialisgoedkoopbestellen.top/ 2021 ini mempunyai berbagai profit jika di memakai dengan bagus. Betul, para togeler sanggup membuahkan bagan knowledge hk ini selaku https://visitar-lisbon.com/ didalam menyebabkan perkiraan togel hkg malam hari ini. Dengan menganalisa history pengeluaran hk terlengkap sampai waktu ini para togeler mampu bersama dengan ringan menegaskan nilai yang hendak pergi di rentang sementara kelak pada https://myaolmailx.com/ togel hongkong.