Mahasiswa Pong-Tamale Animal Health College belajar di bawah pohon

Pepohonan yang berada di dekat lapangan voli Sekolah Tinggi Produksi dan Kesehatan Hewan Pong-Tamale di kotamadya Savelugu di Wilayah Utara berfungsi sebagai Aula Pertemuan perguruan tinggi tersebut karena kurangnya Aula Pertemuan dan infrastruktur sejak pendiriannya pada tahun 1960.

Dewan Perwakilan Mahasiswa perguruan tinggi dengan penuh semangat menyerukan kepada pemerintah melalui Kementerian Pangan dan Pertanian untuk memberikan perguruan tinggi facelift yang akan memenuhi standar internasional.

Mahasiswa perguruan tinggi dalam suasana hati sedih mengatakan kepada koresponden TV3 regional Upper East Tanko Mohammed Rabiu bagaimana defisit infrastruktur di perguruan tinggi mempengaruhi pengajaran dan pembelajaran.

Perguruan Tinggi Kesehatan dan Produksi Hewan Pong-Tamale yang dulunya adalah Perguruan Tinggi Kedokteran Hewan Pong Tamale dilahirkan kembali pada tahun 1960 setelah pendirian aslinya pada tahun 1922 oleh administrasi Kolonial Inggris yang ditutup karena kekurangan dana.

Lembaga tersebut adalah perguruan tinggi kesehatan dan produksi hewan pertama di Afrika Barat yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan ternak di Afrika Barat.

Ada tekanan pada infrastruktur yang ada di perguruan tinggi karena populasi siswa 682.

Hampir ada kepadatan di semua fasilitas di kampus yaitu, hostel, ruang makan dan ruang kuliah.

Kampus ini menggunakan ruang kuliah dengan daya tampung sekitar lima puluh mahasiswa sebagai aula umum. Siswa dan staf sekarang bertemu di tempat terbuka di bawah pohon untuk sebagian besar acara sosial.

Berita TV3 mengamati salah satu pertemuan seperti itu selama perayaan minggu SRC kampus diluncurkan di bawah pohon dekat lapangan voli.

Siswa perempuan hanya memiliki satu asrama yang menampung hampir 200 siswa di kamar yang ramai. Kamar seharusnya menampung delapan hingga sepuluh siswa tetapi sekitar 15 hingga 22 siswa tinggal di setiap kamar terbatas di asrama.

Karena kelangkaan air di kampus, setiap mahasiswa terpaksa menyimpan air di wadah kuning ini.

“Setiap kali hujan, kamar-kamar akan penuh dengan air dari atap yang bocor, langit-langit kayu yang busuk akibat kebocoran”, kata seorang siswa.

Komisioner Wanita, Zakari Asamawu mengatakan mereka hidup dalam kondisi yang keras di asrama.

Siswa perempuan lain berbicara kepada tim berita kami tentang tantangan mereka.

“Kami penuh sesak di ruang kecil ini dan barang-barang kami juga bersaing dengan kami untuk mendapatkan ruang. Pemerintah harus mengulurkan tangan membantu kami untuk mengurangi tantangan ini, ”katanya.

“Situasi air dan toilet di asrama kami juga menjadi tantangan, bayangkan kami hanya memiliki sedikit fasilitas toilet dan bahkan rusak. Sebagian besar dari kita terpaksa menggunakan free range” siswa lain menceritakan kekesalannya.

Siswa perempuan melakukan buang air besar sembarangan di belakang asrama karena fasilitas toilet yang tidak memadai.

Situasi di asrama pria tidak berbeda dengan asrama wanita. Meski santri laki-laki memiliki tiga asrama, ruangan-ruangan tersebut masih ramai dipadati santri.

Instalasi listrik di kamar-kamar telah diputus, meninggalkan beberapa kabel dan bohlam menggantung sehingga membahayakan siswa.

Mayaang Donatus, seorang mahasiswa laki-laki mengimbau agar lebih banyak infrastruktur di kampus.

Pada peluncuran perayaan minggu dewan perwakilan mahasiswa Kolese di aula Majelis yang diubah menjadi “pohon”, presiden SRC Benni Lazarus meminta pemerintah untuk segera memberikan facelift kepada perguruan tinggi untuk menyelamatkan siswa dari kondisi hash.

Kepala Sekolah, Dr. Eric Obeng Bempong mendorong para mahasiswa untuk menempuh studinya dengan penuh semangat dan kesungguhan untuk mencapai apa yang telah membawa mereka ke perguruan tinggi. Dia memuji dewan perwakilan mahasiswa untuk menyatukan front mahasiswa dan ini katanya telah mempromosikan perdamaian di kampus.

Beberapa program studi yang dilakukan untuk program diploma tiga dan dua tahun adalah kedokteran hewan, kesehatan masyarakat veteriner, yurisprudensi veteriner, kebersihan daging, pengelolaan satwa liar dan host program.

Sumber:3news.com/Ghana

Disponsori Oleh : Data HK 2021