Tarif minibus naik mengikuti kenaikan harga bahan bakar Malawi | Malawi Nyasa Times

Para penumpang harus merogoh kocek lebih dalam karena Asosiasi Pemilik Minibus Malawi (Moam) telah menaikkan tarif minibus sebesar 10 persen menyusul kenaikan harga bahan bakar oleh Otoritas Pengaturan Energi Malawi (Mera).

Operator minibus menaikkan tarif

Coxley Kamange, Sekretaris Jenderal MOAM menggambarkan kenaikan harga pompa sebagai hal yang disayangkan mengatakan hal itu terjadi saat ada pengurangan kapasitas tempat duduk minibus karena peraturan Covid19.

Dengan ini, Kamange mengatakan tarif minibus akan dinaikkan 10 persen.

Saat ini Bensin sekarang dijual dengan harga 899 Kwacha per liter dari 834,60 kwacha per liter yang mewakili penyesuaian 7,74 persen.

Solar telah berpindah dari 826 kwacha per liter menjadi 898 kwacha per liter yang mewakili kenaikan harga 8,66 persen sementara Parafin kini dijual dengan harga 719 kwacha per liter dari 613 kwacha per liter yang mewakili 17,35 persen.

Dalam wawancara acak terpisah dengan Nyasa Times, komuter menyatakan keprihatinannya dengan kenaikan tarif, mengatakan penyesuaian tersebut akan memicu kenaikan harga barang-barang kebutuhan dasar rumah tangga.

Dalam sebuah wawancara, seorang warga Bangwe Grace Thupi mengatakan kenaikan harga bahan bakar kemungkinan akan sangat mempengaruhi konsumen.

Dalam wawancara terpisah, Johny Kalakasi Jnr dari Zingangwa juga mengungkapkan kekhawatiran penyesuaian tersebut akan berdampak negatif bagi konsumen.

Dalam reaksinya, direktur eksekutif Asosiasi Konsumen Malawi John Kapito menggambarkan peningkatan tersebut sebagai perkembangan yang menyedihkan.

Tetapi Menteri Energi, Newton Kambala mengatakan pemerintah telah menaikkan harga sehingga mencerminkan tren internasional tetapi juga untuk menghasilkan uang untuk melunasi hutang yang ia tuduh pemerintah Partai Progresif Demokratik (DPP) sebelumnya menghabiskan dana stabilisasi bahan bakar dan dalam pada gilirannya, mengakumulasi utang bahan bakar sebesar K40 miliar.

Menurut Kambala, perlu waktu lama untuk melunasi utang dan membangun dana stabilisasi.

Ikuti dan Berlangganan Nyasa TV:

Berbagi adalah peduli!

Asosiasi Pemilik FuelminibusMinibus Malawi

Disponsori Oleh : Hongkong Prize